Sebelumnya, seorang DJ, masuk ke cafe S*arbucks dengan harapan dapet akses internet gratis utk siaran dengan bermodal beli kopi… maklum, lagi siaran di luar kota. Malang, karena tidak ada ketikan huruf Korea fasilitas WiFi tidak bisa diakses karena harus menulsikan id dalam bahasa korea, akhirnya harus pindah ke cafe tempat lain. Dapet lah sebuah kafe cantik, romantis dan ciamik… walau harus mengeluarkan uang 2 kali lipat,, ah ini sebuah konsekuensi dari sebuah komitmen…
Kafe dipenuhi oleh banyak orang, tentunya mereka saling berpasangan, at least tidak ada yang sendirian. Ngiri? secara naluri pastilah, pengen? ya iyalah, pake di tanya
. laptop dihidupkan, kabel LAN dikeluarkan, speaker dipasang. Masukan kode ini itu, kontak dengan penyiar sebelumnya, encoding…. DJ is On Air dudes.
Cuek bebek, gw kan bule di sini, di negeri orang asing, hehe… bodo amat gw ngomong sendirian kan gw gak ngerugiin lo, cekakak-cekikikan lo pada kan gak ngerti bahasa yang gw lagi pakai dan gw sibuk sendiri, hey gw kan gak minta lo perhatiin… mungkin itu yang ada di benak sang DJ kepada para pengunjung kafe tersebut.
Pelayan mengantarkan minuman yang dipesan, secangkir cappuccino dengan paduan ‘busa’ yang membentuk tanda cinta… hehe, sayang pelayannya baik dan cantik (ehem), kalo judes, ngeselin dan nyolot,,, akan gw bilang: maksud lo paa nih bikinin gw kopi ada lambang lope lope (love maksudnya), hahaha… dihindangkan juga snack kecil, lumayan buat ganjel perut yang belom makan nasi dari pagi, hehe….
Hehe, karena dua kali minum kopi (di kafe stars*cks dan kafe ini),,, perut lumayan terkocok2 (jadi inget nama kuis, haha), maklum saya bukan peminum (kopi maksudnya). Siaran selesai,,, sang DJ harus mengejar tempat lain, karena ingin sekali bertemu teman2 yang sudah menanti + salah satu acara tahunan terbesar : Busan Fireworks Festival 2009 (http://www.youtube. com/watch? v=nn8I1caCbJc). Di tengah perjalanan, di terminal subway, DJ tersebut bertemu dengan para ABK asal Indonesia (Anak Buah Kapal) yang sedang mendarat di Busan, maklum, Busan ini kota pelabuhan,,, di mana para ABK ini sedang tersesat. bukan tersesat mencari jalan pulang, tapi tersesat untuk menghabiskan waktu malam minggu mereka. Lama percakapan berlangsung, akhirnya, mereka mau ikut ke acara serupa. Yuuukkk berangat (dari tadi kek, abis deh waktu 20 menit ngobrol).
Sampai lah ke Gwangali Bridge yang terkenal indah itu, tepat pukul 20.44, sang DJ dan para ABK tersebut sampai di lokasi, melihat indahnya pesata kembang api. setelah satu menit melihat keindahan, di tengan (konon) 1.3 juta orang yang menonton, pertunjukan berhenti, dan jutaan orang tersebut berputar balik. Ohhhhhhhhhh, ,, acara selesai. 45 menit pertunjukan pesta kembang api, hanya bisa disaksikan satu menit terakhir. Padahal, utk ke kota tersebut, si DJ harus mengeluarkan uang yang lumayan (bagi seorang pelajar).
Apa yang perlu di sesali??? bertemu dengan 7 orang ABK yang -maaf- kumal, agak sedikit bau, urakan dan tampang menyeramkan? ternyata hal tersebut tidak disesali. Karena percakapan dimulai dari si DJ, si DJ senang menyapa orang2 Indonesia yang dia temui di korea, tanpa melihat status, pakaian, atau penampilan. Tidak disesali, karena si DJ mendapat banyak pengetahuan ttg kota2 yang pernah dikunjungi oleh para ABK tersebut selama 45 menit perjalanan menuju lokasi kembang api. tidak disesali, karena disitulah si DJ merasakan ‘wangi’ dari saudara sebangsa, wangi tubuh saudara ku, kilah sang DJ. Tidak disesali pertemuan dengan para ABK itu yang sejatinya bisa membuat DJ tersebut bisa melihat kembang api setidaknya 20 menit lebih awal.
Apa karena sang DJ mendapat jadwal siaran malam minggu di Radio PPI Dunia? tidak. Ini adalah sebuah pilihan dalam ‘menghabiskan waktu’ yang si DJ punya. Ini adalah bukti kecintaan, komitmen, dan juga penghargaan terhadap sebuah sistem. Di saat yang sama, teman-teman si DJ menghabiskan waktu bersama para teman akrab mereka, tapi di saat yang sama, DJ bersama teman-teman baru yang belum pernah ditemuinya, namun tetap akrab dalam berkomunikasi. Saat itu, teman2 si DJ sedang dihibur oleh atraksi kembang api, tapi di saat yang sama, sang DJ sedang berusaha menghibur para sobat2nya di radio…
Penyesalan tak akan pernah ada dalam hidup ini, ketika kita yakin akan sebuah pilihan. Keyakinan lahir dari cinta, dan cinta lahir dari sebuah pemahaman…
salam,
boy

jempol deh wat dijenya,hehee