Archive for October, 2009

Insert SUMPAH PEMUDA

Beberapa hari yang lalu, M-Radio Surabaya meminta perwakilan dari Radio PPI Dunia untuk memberikan insert dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda yang berlangsung pada 28 Oktober.

Mewakili Kru Radio PPI Dunia, DJ Andy dari Korea Selatan dan DJ Jaya dari Taiwan mengirimkan suara seksinya kepada pihak M-Radio. Dan insert ini diputarkan di M-Radio dari tanggal 27 hingga 28 Oktober.

Berikut ini adalah rekaman suara DJ Andy yang sudah diedit oleh M-Radio :

DJ Andy - Insert Sumpah Pemuda untuk M-Radio

Dan berikut ini adalah rekaman suara DJ Jaya :

DJ Jaya - Insert Sumpah Pemuda untuk M-Radio

Salam Terakhir Dari Kutub Selatan

DJ Aga - Auckland, New Zealand

DJ Aga - Auckland, New Zealand

Hello temans,

Assalamualaikum Wr.Wb. Selamat Pagi, Selamat Siang, Selamat Sore, Selamat Malam & Salam Sejahtera untuk kita semua :)

Haaah…. (menulis email ini membuat saya sedih dan memaksa saya untuk menghela nafas berkali-kali. .). Semoga semuanya berada dalam keadaan sehat, senang dan semangat selalu dalam menjalani rutinitas kehidupan ini.

Bingung mau mulai darimana, tapi mungkin ada baiknya kalau saya berbagi cerita ketika awal mulanya saya mengenal Radio PPI Dunia (ah bawaannya kalau nyebut nama radio kesayangan kita ini pengen langsung disambut pake “Suara Anak Bangsa, Satu Cinta, Satu Indonesia”. Hehehe, refleks). Sebuah radio yang sangat berbeda di mata saya, radio yang memiliki sebuah konsep yang sangat unik.

Read the rest of this entry »

KaosMu=KaosKu

Hari berganti demi hari. Beranjak mengganti bulan, hingga berajak mengganti tahun. Tak terasa semuanya begitu cepat berlalu. Jika mela menghitung hari dan melihat masa lalunya ke belakang , terkadang semuanya nampak begitu mustahil yang penuh dengan tantangan dan rintangan. Terlebih waktu menyelesaikan tesisnya. Ia sempat terguyur air hujan dan membasahi tesisnya sewaktu motornya mogok di jalan tol sungai besi. Tapi hal itu bukan mengapa, karena yang terpenting adalah sebuah proses perjalanan hidup harus terus bergulir. Baginya hasil bukan hal yang terpenting tapi proses mendapatkan hasil itulah yang lebih penting. Karena ia percaya bahwa hasil akan berbanding lurus dengan usaha proses mendapatkan hasil tersebut. Kini mela berada di Korea, tepatnya di Seoul. Karena ia mendapat beasiswa untuk program S3 nya dari seorang laki-laki korea yang siap mempersuntingnya dalam waktu 3 minggu.

“Hi…perkenalkan nama saya DINITA MELANI SARI MASOEDY ”, tukas mela sambil menyodorkan tanganya ke sekumpulan mahasiswa indonesia di korea yang sudah lebih dahulu datang ke korea.

Read the rest of this entry »

Bukan Tuhan yang Kejam

Aku pijakan kakiku di atas pulau Sumatra bagian barat ketika pesawatku mendarat di airport, Tabing, Sumatra Barat. Berangkat dari benua Amerika utara dengan rombongan para tim medis yang siap menggapai korban-korban yang mulai nampak bergelimpangan dimana-mana. Jauh sebelum pesawat NGO terbesar di Perancis ini mendarat di kota Padang, nampak degup hatiku semakin tak menentu. Nampak dari atas pesawat kota itu bagaikan kota mati yang baru dimusnahkan oleh ribuan bom atom yang dijatuhkan. Semua keadaan nampak tak seperti sebuah kota hunian. Hanya tiga kata yang bisa aku ucapkan dalam hati tentang kota ini. Merata Dengan Tanah…… Medicine Sans Frontier, sebuah NGO yang bermarkas di Perancis ini, adalah tempat sandaranku saat ini dan juga yang membawaku kembali ke tanah air setelah bertahun-tahun hidup di benua Amerika demi segenggam ilmu yang bisa kubawa pulang ke tanah air. Kini aku kembali, walau hanya untuk sebuah tugas kerja, dengan hanya sedikit ilmu di otakku. Berbekalkan sedikit pengetahuan tentang psikologi aku kini berada di tengah-tengah ratusan mayat yang bergelimpangan. Ratusan anak-anak orang tua, wanita-wanita nampak begitu trauma dan linglung. Wajah mereka penuh iba. Penuh penderitaan. Bahkan janin-janin yang sedang merangkul manis di dalam rahim ikut terancam akibat patahan lempengan bumi di dasar laut dengan kedalaman 87 km yang mengakibatkan gempa dengan kekuatan 7,6 SR. Jeritan-jeritan manusia yang tertimbun reruntuhan, kini masuk dan menggetarkan seluruh gendang telingaku.

“Awwwwww…………..” kakiku terhantuk dan sesuatu menghalangi gerak langkahku. Kulihat sepasang kaki menjulur sambil kuangkat sedikit bola mataku merunut dari ujung kaki tersebut hingga sampai pada tubuh seorang ibu yang sedang memeluk anaknya. Tapi kedua nyawanya kini telah meregang akibat tertimpa bangunan-bagunan rumah yang hancur.

Read the rest of this entry »

Senja (II)

Suasana kantor polisi cukup ramai. Berbagai macam manusia datang silih berganti mulai yang dari maling ayam, maling jemuran hingga orang-orang yang exhibitionist, penyakit psikologi yang suka menunjukan alamat kelamin. Iih… aku takut melihatnya, mukanya tenang setenang lautan yang tak tersentuh ombak, tapi dalamya persis seperti api dalam sekam.

Aku sudah semakin lelah menunggu hampir 3 jam di kantor polisi demi mencari sebuah berita tentang wanita yang terakhir kali aku mendengar suaranya lewat telepon genggamku ketika senja mulai datang untuk menyibakkan semua sayapnya. Sudah berbagai cara aku lakukan mungkin ini adalah usaha terakhirku . Disinilah harapanku satu-satunya. Mereka bilang bahwa ada seseorang yang melaporkan dan tahu dimana keberadaan tentang wanita tersebut.

“Iya, tolong tadi mas yang mencari tentang kehilangan seseorang bernama Zanti mana yah?”, suara seorang polisi muda yang nampak masih memanggil-manggil namaku dari dalam ruanganya.

Read the rest of this entry »