Archive for September, 2009

Edisi Spesial Radioppidunia

Tokoh-tokoh radioppidunia edisi special

Tokoh-tokoh radioppidunia edisi spesial

Gema takbir datang menyelinap di setiap pembuluh-pembuluh darah yang penuh dengan nafas-nafas kalimat tuhan yang getarannya terasa memenuhi rongga dada. Sanak famili datang silih berganti, bertukar makanan, bertukar kata, bertuka sms dan mms, bertukar rasa, dan juga bertukar asa yang sudah terlalu lama tak terasah oleh kabut-kabut rasa. Gema takbir masih tetap menyeringai dan tetap mematri suasana idul fitri yang selalu penuh suka cita dan kebahagian yang berbeda dengan hari-hari biasanya. Tak terasa linangan air mata tumpah membasahi pipi mengingat dosa yang telah diperbuat baik sengaja ataupun tidak sengaja kepada orang-orang dekat maupun jauh. Aneka makanan siap disajikan di atas meja, makanan silih berganti keluar dari dapur yang nampak seperti pabrik makanan untuk manusia sedunia. Permen, coklat, dan manisan-manisan berjejer tersusun rapih di atas meja. Gelas-gelas, piring-piring, karpet-karpet yang hanya dipakai setahun sekali, kini nampak tersusun dan terpajang bak toko-toko di tanah abang yang selalu dipenuhi para pelanggan. Suara-suara petasan terdengar dari berbagai sudut kampung. Anak-anak kecil berkeliling mengunjungi tetangga disekitar rumah, membawa dompet kosong dengan harapan akan terisi penuh dengan THR yang diidam-idamkanya dari rumah ke rumah.

Di lain sisi, bagian “barat” bumi, menunjukan suasana yang sangat kontras. Tak ada bunyi bedug, gema takbir, lantunan kalimat-kalimat allah yang semakin menambah suasana idul fitri menjadi syahdu dan penuh makna. Tak ada orang yang datang silih berganti masuk ke rumah. Tak terasa suara-suara TOA dari masjid menyentuh setiap dedaunan yang ada di sekitar. Semua tampak mati dan sedih. Teringat sanak famili yang tengah bergembira. Suasananya berbeda… tak ada kacang-kacang yang terjajar dan tersusun rapih di atas meja, tak ada suara anak-anak kecil berlarian membawa sarung yang diselempangkan di pundaknya, tak ada wanita-wanita muslimah “jelmaan” yang tiba-tiba berselendang di hari yang fitri. Tak ada iklan-iklan di televisi yang membawa gambar ketupat. Di dapur tak ditemui lontong, opor ayam, rendang, bawang goreng, apalagi kerupuk-kerupuk renyah yang bunyinya kriuk-kriuk ketika tersentuh kuah ketupat… Yummmmmm… Yang ada hanya internet dan radio yang menemani kesepian para mahasiswa di pelbagai belahan dunia dalam rangka memperkaya isi otak mereka demi masa depan yang cerah – mencari ilmu.

Read the rest of this entry »

Selamat Hari Raya IDUL FITRI 1430H

KELUARGA BESAR

RADIO PERHIMPUNAN PELAJAR INDONESIA DUNIA

mengucapkan

From Bandung with Love

DJ Kristy - Leeds, UK

DJ Kristy - Leeds, UK

Dear beloved friends,

seperti biasa e-mail saya datang agak telat buat secara resmi pamitan sama temen2 , jangan pundung ya udah mau lebaran nggak boleh pundungan… malu, udah gede. Ehehe. Sejujurnya keinginan untuk menulis e-mail pamitan saya tunda-tunda terus cuma karena satu alesan: I hate the word ‘goodbye’. Tapi bagaimanapun, saya merasa ini sebetulnya kesempatan yang baik untuk menyampaikan apresiasi saya yang sedalam-dalamnya kepada teman-teman semua.

Suatu masa dulu apa yang kita sudah sama-sama lakukan beberapa bulan belakangan ini pernah menjadi hal yang sangat tidak mungkin. To think about it:

Mengelola satu radio bersama dari seluruh penjuru dunia.

Read the rest of this entry »

Senja…

Senja di Pantai Padang

Malam semakin tak terasa, tiba-tiba saja sudah datang membalut siang yang telah memporak-porandakan malam. Tak banyak kata-kata yang dapat aku katakan ketika senja mulai datang untuk menyapa setiap sudut-sudut horizon yang mulai nampak kemerah-merahan. Danau-danau masih tetap tak bergumam dan tak mampu memberikan arti bagiku. Mobil dan motor hanya terlihat satu persatu, silih berganti menyusuri jalan yang nampak sepi. Getir pahitnya hidup sesekali terlintas dalam benak yang telah aku coba kubur pada koordinat terbawah bagian alam bawah sadarku. Tiba-tiba bayangan itu kembali melintas dan susah untuk hengkang dari benakku. Handphone ku berbunyi… dan nada deringnya persis seperti bunyi yang pernah aku setting untuk seseorang yang pernah membayang-banyangiku dalam setiap detik helaan nafasku.

“Haloo… apa kabar?”, suaranya dari kejauhan terdengar parau dan serak-serak menahan isak tangis yang tak dapat disembunyikanya.

“Kabar ku baik…..”, jawabku yang masih penasaran dan tetap bertanya dalam sanubari di mana dirinya kini.

Read the rest of this entry »

Cintaku Terhalang Paspor

Kuala Lumpur City Centre & Petronas

Menara kembar (Twin Tower) yang persis berada di depan Kuala Lumpur Convention Center (KLCC) masih nampak tegar, siap menggapai atmosfir, dan bermandikan cahaya lampu-lampu yang terpasang ribuan watt yang membalut tubuhnya. Belum lagi pijaran cahayanya yang ditambah taburan bintang-bintang di langit, semakin menambah suasana malam yang hanya dapat direngkuh oleh perasaan orang-orang yang sedang jatuh cinta. Tak dapat dilukiskan dengan kata-kata. Air mancur di sekitar taman yang silih berganti menyembur ke langit, membuat suasana malam menjadi semakin menjadi-jadi. Taman-taman yang tertata rapi bermandikan cahaya remang-remang memberikan suasana romantisme yang berbeda bagi para manusia yang sedang memadu kasih.

Tak bosan-bosannya orang datang ke menara ini di setiap ujung minggu, walau hanya sekedar melihat taman-taman dan air mancur yang tak berubah ditambah sedikit cemilan yang selalu ada di samping sambil menikmati suasana malam. Menara ini telah menjadi saksi bisu ratusan anak cucu Adam dan Hawa yang saling mengikrarkan janji untuk hidup semati hingga nafas terakhir. Tak terkecuali bagi Mella, seorang mahasiswi Indonesia yang jarang pulang semenjak merantau ke Malaysia, telah menjadi salah satu dari ratusan anak cucu Hawa yang berikrar sehidup semati di bawah naungan Twin Tower.

Read the rest of this entry »