Archive for June, 2009

Gerak Waktu dalam Peristiwa

Dalam sebuah novel fisika  Alan Lightman yang berjudul “Einstein’s Dreams”, ada sebuah paragraf yang sangat menarik : “Andaikan waktu adalah suatu lingkaran, yang mengitari dirinya sendiri. Demikian juga dunia, akan selalu mengitari dirinya sendiri, orang tidah tahu, bahwa setiap saat dia menjalani kehidupan mereka kembali.

Pedagang tidak merasa bahwa mereka akan saling menawar lagi dan lagi. Politikus tidak tahu bahwa mereka akan berseru dari mimbar berulang-ulang dalam putaran waktu. Orang tua menikmati sepuas-puasnya tawa pertama anak-anak mereka seolah-olah tak akan mendengar lagi.

Kemana?

Lalu kemana sebenarnya perginya waktu? Kenapa yang tersisa hanya kenangan-kenangan yang bagai kerak di dasar sungai, yang mengendap dalam pikiran kita, menunggu hujan yang akan melarutkannya. Kapan saat ini menjadi masa lalu, dan kemana perginya masa lalu. Kalau Al-Ghozaly menyatakan bahwa hal yang paling jauh dari kita adalah masa lalu, tetapi ada juga pepatah yang menyatakan bahwa seseorang yang lupa akan masa lalunya akan ditakdirkan untuk mengulanginya.

Dalam Teks Ayat suci disebutkan bahwa malaikat jibril menuju Dimensi langit hanya sekelebat yang takarannya adalan 50 tahun waktu bumi, dengan demikian sangatlah benar bahwa waktu adalah relative, tergantung kecepatan kita mengarunginya. Dan waktu adalah penanda sebuah peristiwa, dimana kadang terjadi secara berulang-ulang. Peristiwa yang sedetik telah lewat akan menjadi sebuah kenangan. Peristiwa , sekali terjadi akan kehilangan sebuah realitas. Yang tertinggal adalah bagaimana kita memberi makna dan mengambil hikmah dari sebuah peristiwa yang kita lalui.

Menurut penulis setiap kali kita mengalami sebuah peristiwa apapun pada diri kita, kegembiraan, kesedihan, duka, cinta, bahagia, tangis, tawa, semua fenomena yang ada, paling tidak kita harus bisa mengambil hikmah atau mendapatkan suatu hal-hal yang baru sebagai bekal kehidupan kita selanjutnya dalam mengarungi samudra waktu. Sebuah peristiwa bisa kita jadikan sebagai sebuah jawaban dari rasa penasaran dan kebelumtahu-an kita. Sebagai suatu misal kenapa kita harus merasakan Jatuh cinta, karena sebagai jawaban dari rasa penasaran keingintahuan kita tentang jatuh cinta. Kenapa harus ada air mata yang jatuh saat kesedihan, biar kita bisa berempati atau bahasa jawa-nya tepo sliro (merasakan penderitaan orang lain), dan peristiwa-peristiwa lainnya yang bisa menjawab kebelumtahuan kita.

Pencerahan

Sebuah peristiwa bisa dijadikan sebagai pencerahan bagi kita, bisa menimbulkan sebuah inspirasi baru untuk mencipta sesuatu. Peristiwa jatuhnya sebuah apel dari pohon, menjadikan seorang Newton, cukup untuk menemukan sebuah teori gravitasi. Sebuah bencana akan memberikan pencerahan bagi kita untuk kembali menyerahkan semuanya pada Tuhan setelah berbagai macam ikhtiar yang kita lakukan. Semua berpulang pada kita untuk memaknai sebuah peristiwa yang terjadi.

Sebuah peristiwa bisa juga digunakan sebagai pembuktian atau penguatan Pendapat yang telah kita miliki dan kita yakini. Kejadian-kejadian yang bermakna spiritual biasanya sudah kita yakini sebelumnya apapun agama dan keyakinan kita. Suatu misal peristiwa Isra’ dan Mi’raj Rasulullah SAW yang kalo dilihat hanya dengan “Ilmiah semata” akan terasa controversial. Tetapi kalo sudah ada keyakinan sebelumnya, peristiwa tersebut akan menguatkan pendapat yang telah kita yakini tentang keAgungan Tuhan.

Memang ada kalanya, suatu peristiwa dengan mudah dapat dijelaskan melalui ilmu pengetahuan dan tekhnologi, tetapi masih banyak juga ilmu pengetahuan dan tekhnologi belum mampu menguak hakikat dari suatu peristiwa. Bidang inilah sebenarnya yang harus menjadi tantangan bagi kita semua untuk selalu iqro’ (membaca), berpikir, dan bekerja keras dalam rangka ikhtiar untuk memahami peristiwa-peristiwa yang oleh Tuhan sengaja diciptakan untuk meningkatkan derajat keilmuan kita. Pada akhirnya hasil dari Ikhtiar kita harus bermuara pada semakin kuatnya keyakinan kita akan Keagungan Tuhan.

Waktu dan peristiwa tergantung bagaimana kita memaknainya, bisa berjalan terasa lambat atau cepat yang semuanya akan melahirkan kenangan. Saat kita menantikan sesuatu yang kita harapkan, waktu bisa sedemikian lambat-nya, ada kalanya waktu seakan bergerak sangat cepat yang kita serasa ingin menahannya sedetik saja, saat-saat terindah yang kita miliki.

Demikianlah waktu, maka menurut penulis apa yang ditulis seniman besar kita, yang meninggal di usia masih muda Chairil Anwar dalam sebaris Puisinya:
“Hidup hanya menunda kekalahan”.
Bukan sebagai sebuah pesimisme dalam menghadapi hidup, tetapi lebih kepada kepasrahan kepada sang Pencipta bahwa pada akhirnya kita akan dikalahkan oleh usia dan Waktu. Ya pada akhirnya …

ref : http://netsains.com/2009/06/gerak-waktu-dalam-peristiwa/


Andai Ku Tahu Kapan Tiba Masaku

Andai ku tahu

Kapan tiba masaku

Ku akan memohon …

Menjelang waktu siaran, bermacam-macam perasaan berkecamuk dalam diri. Kadang sakit perut, kadang mual, kadang bergairah, kadang takut. Seperti nano-nano, seribu satu macam rasa ada di sana.

Kata teman-teman DJ, itu adalah hal wajar. Untungnya kita tahu kapan waktu siaran kita. Untungnya lagi, kita tahu pendengar itu lebih senang mendengarkan lagu daripada suara kita. Meskipun, suara kita juga diperlukan untuk mewarnai siaran, biar lebih seru.

Untungnya lagi, siaran cuma tiga jam. Masih lebih baik daripada sidang thesis, yang katanya sih sekitar 2 jam, tapi kadang bisa molor sampe seharian. Dengan waktu yang jelas dan cuma 3 jam itu, kita bisa siapkan siaran kita dengan sebaik-baiknya. Bikin script siaran, siapkan list lagu, bahkan ada yang bikin rekaman siaran biar meskipun ngga bisa online, tetap bisa siaran dengan baik.

Demi apa sih? demi memuaskan pendengar? Lalu buat penyiarnya sendiri, dapat apa? Untuk orang lain waktu kita tiga jam kita persiapkan sedemikian rupa sehingga terasa sempurnalah siaran yang kita lakukan.

Now it is time to face the “renungan”

Ada suatu masa, yang kita ngga tau kapan datangnya. Tetapi setelah masa itu datang, kita akan terus “bersiaran” tanpa bisa lagi persiapan. Siaran itu selama-lamanya, ngga cuma 3 jam. Dan isi siaran, sangat tergantung pada semua yang kita lakukan sebelum masa itu datang.

Persiapan apa yang telah kita lakukan supaya dalam siaran sepenuh masa, selama-lamanya itu kita bisa senang, bisa bahagia, dan terpuaskan. Bukan lagi orang lain yang kita puaskan, tapi diri kita sendiri. Apakah sudah sehebat persiapan siaran kita?

Andai kutahu kapan tiba ajalku
Ku akan memohon Tuhan tolong panjangkan umurku
Andai kutahu kapan tiba masaku
Ku akan memohon Tuhan jgn kau ambil nyawaku
Aku takut akan semua dosa2ku
Aku takut dosa yang terus membayangiku

Andaiku tahu malaikat Mu kan menjemput ku
Izinkan aku mengucap kata taubat pada Mu
Aku takut akan semua dosa2 ku
Aku takut dosa yang terus membayangiku
Ampuni aku dari segala dosa2 ku
Ampuni aku mennagis ku bertaubat pada Mu

Aku manusia
Yang takut neraka
Namun aku juga tak pantas di surga
Andai ku tahu kapan tiba ajalku
Izinkan aku mengucap kata taubat pada Mu

Aku takut akan semua dosa2 ku
Aku takut dosa yang terus membayangiku
Ampuni aku dari segala dosa2ku
Ampuni aku menangisku bertaubat pada Mu

Andai ku tahu – Ungu

DJ Iwan, Malaysia

Keripik dari Pendengar

18 mei 2009 -18 juni 2009.  satu bulan sudah radio ppi dunia mengudara secara  resmi menemani sobat ppi dimana pun berada. di sela-sela kuliah, tugas, tesis; kru radio ppi dunia tetap berusaha siaran non stop 24 jam penuh. meski mulai ada yang bolong-bolong, tidak bisa siaran, dan lain-lain. tapi itulah dinamika!

untuk mengetahui komentar dari para sobat ppi, masboi menjaring kritik dan masukan dari para sobat lewat group radio ppi dunia di facebook. berikut beberapa ‘keripik’ yang dikirimkan oleh pendengar dan sobat ppi untuk radio ppi dunia:

“kurangi siaran2 yang lebih banyak omong dan gak menarik. mending puter lagu biar bs bikin enjoy. banyak acara diskusi yg dimotori dj temanya garing, monoton, gak asik coy :) mudah2an ke depan makin asik dah acaranya…” (ainul huda)

“buat lia satu bulan belum bisa di ukur dimana letak salahnya. info2 yang diberikan ok banget. untuk penyiar yang belum berapa confident, tetap semangat ya. kalian keren kok! maju terus radio ppi dunia (akmalia siregar)

“masukan dikit: tingkat volume suka berubah2, volume suara dj lagi siaran, ama volume lagu suka berubah2. contoh yg sering terjadi tuh, misalnya volume di pc udah di set ke 80%, suara penyiar cukup jelas kedengeran. pas saatnya lagu di puter, mendadak suaranya jadi keras gilaaa.. mau ga mau, yang tadinya lagi nyantai di kamar, harus bangun n kecilin suaranya sendiri ke pc. udah nyantai lagi, eh suaranya jadi kecil lagi pas dj nya ngomong, bangun lagi deh naikin volumenya lagi hehehehe… ya sgitu aja kali ya! keep up d gud work! (husein ‘ochenk’ al-attas)

“dear masboi, saya sudah sempat mampir ke site radio ppi dunia. disini jelas banget, gak putus2. lagunya enak2. wah, jadi pelanggan niie sepertinya. makasiih atas infonya, nanti saya sebarluaskan, jika diperkenankan. tapi belom semua programma yg saya dengar. nanti kalo ada masukan untuk sebuah program, pasti saya sampaikan, ya. sukses selalu… (anton dwi)

untuk para sobat, terima kasih atas keripiknya :D ada yang manis ada yang pedes! tapi enak kok rasanya :D

salam hangat,

masboi

Naik Turun

Hu hu, semangat sekali bo, DJ nya. Suaranya riang, renyah, dan enak didengar telinga. Ga kayak kemaren, kayaknya yang siaran kemaren tuh lagi “dapet” kali ye. Sember banget tuh suara, kayak ember bocorrrrr.

Mood saat siaran memang bisa berubah-ubah. Kadang kalau sedang “tinggi” (kata slank), siaran itu bagaikan contekan di luar kepala. Mengalir begitu saja, dengan intonasi suara yang pas, cerita yang teratur, dan musik yang sesuai. Tapi kalau sedang down, waah kayaknya ngga mood banged deh siaran. Jangankan mau cuap-cuap, sekedar nyiapin list lagu buat autoplay aja udah ngga niat deh.

Awal siaran saya juga “tinggi”. Meskipun pabalieut, ngurus tombol, windows, lagu, echo, dan yang lainnya teteup semua masalah itu ngga mengganggu mood untuk siaran minggu berikutnya. Uenak tenan, semua seperti belajar sesuatu yang memang diinginkan.

Apalagi kalau ada nyahutin di YM radioppidunia@yahoo.com, perasaan seperti melambung di udara, bener-bener “tinggi” deh. Ngga sabar untuk siaran lagi, kalo perlu jatah orang juga diambil alih deh biar terpuaskan trance nya.

Tapi ada kalanya juga, mood lagi ngga baik. Udah bosen siaran karena ya, ternyata siaran itu gitu-gitu aja. Nyiapin script, nyiapin lagu, mbalesin ym. Ngapain lagi ya. Sendirian lagi (Atau paling banter berdua / bertiga).

Bahkan kadang, diawal siaran “tinggi” banget. Seperti saya minggu ini udah nyiapin Siti Nurbaya beserta lagu-lagunya dari Dewa (bukan siti nurbaya) dan Padi (kasih tak sampai). Tentu saja beserta perangkat lainnya ya. Bela-belain bawa laptop dan modem dari rumah ke kampus, karena kalau siaran dari rumah selalu terganggu anak. Sampe di kampus trance “tinggi” itu mulai pudar sedikit-demi-sedikit.

Pertama, modem ngadat. Ini modem emang bermasalah, kalau sekali dia ngga dapat sinyal harus dipindahin dulu kartunya ke HP untuk koneksi cara biasa. Tapi pada saat itu HP yang berfasilitas internet ga dibawa, karena memang bukan punya saya hehehe. Akhirnya setelah mencoba berjam-jam, ngga mau juga tuh si modem beraksi.

Sempet panik dan mencari-cari DJ jumper untuk ngegantiin. Bahkan DJ Byan udah bela-belain nyiapin satu server untuk relay. Sayangnya ngga berhasil juga dilakukan. Untungnya ada teman dari asrama yang menawarkan tempatnya dijadikan stasiun siaran. Thanks berat untuk Pak Budi Agung, hacker yang juga dosen di ITS yang berbaik hati meminjamkan meja di kamarnya untuk saya siaran. Tadinya dicarikan proxy arab untuk streaming, tapi ga berhasil. Untungnya ada WiFi dari streamyx yang punya koneksi direct ke internet dan bisa dijadikan media koneksi ke server radioppidunia.

Tapi masalah belum berhenti, karena siaran terputus-putus dengan alasan, buffer ga cukup. Ngotak-ngatik kecepatan transfer di bawah sedikit dari yang biasa dipake supaya streaming lancar. Ternyata bisa juga meskipun ada delay 1 menitan dari lappie. Maksudnya, saya ngomong A, di pendengar A itu baru akan terdengar 1 menit 37.005 detik kemudian (eh, koq bisa detail sampe koma detik itu gimana caranya ya? Pokoknya selama tak terbukti salah, maka saya benar hehehe).

Selepas itu, siaran lumayan lancar. Tapi terus terang saja, hal-hal sedemikian membuat mood saya banyak turun. Padahal selain Siti Nurbaya, ada lagi roman lain yang mau saya bahas. Akhirnya cuma berakhir di Siti Nurbaya aja. Sisanya dipake ngoprek software dan koneksi internet.

Di satu jam terakhir, ketika sinopsis Siti Nurbaya saya sampaikan, saya sudah siapkan lagu dewa dan padi di atas. Beserta lagu-lagu lain yang kira-kira ada sangkut pautnya dengan putus cinta deh. Eh ternyata kebawa mood juga tuh putus cinta. List lagu tiba-tiba hilang dan autoplay lagu anak-anak, instrumen, klasik, malah sempet juga tertayang bacaan quran. Udah dimasukin balik lagunya biar keputer, tetep aja ngga mau masuk.

Nyerah deh saya, mood bener-bener habis dan ngga pengen lagi siaran. Autoplay deh. Pak Budi Agung sampe nanya, cuma muterin lagu aja? La iya lah. Ngapain lagi, tadi udah disiapin lagunya ngga mau tayang. Akhirnya biarin aja deh si SAM siaran sendiri sampe DJ Meity datang.

Penyebab jatuhnya mood, ga cuma yang saya sebutkan di atas. Jenuh melakukan hal yang sama, atau ada kesibukan lain yang menyita waktu juga bisa membuat down. Ga papa, itu wajar. Seperti kata Seurieus Band, DJ juga manusia, punya rasa punya hati, jangan samakan dengan pisau belati.

Mood berkali-kali juga ga papa. Apa sih konsekuensi terburuk dari ketidakmoodan di radioppidunia? Paling diminta mengundurkan diri dari DJ. Hidup masih panjang, masih banyak hal menarik lainnya yang bisa dilakukan selain nge DJ. Lagi pula, pekerjaan DJ di radioppi dunia bukan penyokong nafkah anda. Ini pekerjaan suka rela tapi serius. Anggap saja tempat ekspresi diri, belajar hal-hal baru, bertemu teman baru, dan meluaskan jaringan. Ngga disini pun, masih banyak tempat lain. Ga usah sedih dan ga usah terlalu berbangga. Selamat jalan rekan DJ yang mengundurkan diri, Selamat datang lagi DJ yang baru. GBU everywhere and in everything you do.

Naik Turun, Datang Pergi. Selamat berkarya, jadi DJ atau yang lainnya. Semua terserah anda.

DJ Iwan, Malaysia

13 Bukan Angka Sial

Dari dulu saya nggak percaya yang namanya angka sial. Apalagi angka 13 sebagai angka sial. Tapi hari ini kok… Iya, hari ini, hari Sabtu tanggal 13 Juni. Hal yang tidak diinginkan itu lagi-lagi terjadi setelah setengah jam lebih sehabis opening. Tiba-tiba salah satu sobat siar ada yang komentar kalau setelah opening, suara gw nggak pernah muncul2 lagi. OH… MY… GOD… ternyata ada tombol yang nggak sengaja kepencet, yaitu tombol Air. Makanya, udara-udara yang mengantarkan suara merdu sang penyiar nggak bisa terdengar oleh sobat-sobat siar. Harusnya tombol itu di posisi ON, tapi tadi kepencet jadi OFF.

Padahal ini udah ke ribuan sekian kalinya, si DJ gadungan ini siaran. Apalah daya lah ya… Manusia cuma bisa berusaha, dan lupa itu fitrah. Bukan itu aja, entah kenapa si server ini suka sensi sama gw, jadi suka mati tiba2. Hal yang sama juga gw alami hari Rabu kemarin. Bedanya, Rabu kemarin gw lebih panik. Apalagi waktu lagi pergantian penyiar ke DJ Kristy. Dia bilang gak bisa konek ke server. Duh, gw jadi merasa bersalah seketika. Tapi akhirnya solved juga. Kalo sekarang sih, mau disko… ya disko… kalo nyambung lagi, ya syukur…

Belum sampai di situ saja, ternyata masalah juga mampir ke Rusia… DJ 4ma mengalami problem sama microphonenya… :-(

Ya Allah… paringono kulo lan rencang2 kulo kesabaran…

Ya Allah… berikanlah aku dan teman2ku kesabaran…

From Taipei with L-O-V-E,

Jaya