Liputan CISAK 2010

Seoul. Hari Sabtu kemarin (20/02/2010), PERPIKA menyelenggarakan sebuah acara besar bernama Conference of Indonesian Students Association in Korea (CISAK) 2010. Radio PPI Dunia sebagai salah satu media pendukung di acara tersebut melakukan liputan berupa wawancara terhadap beberapa tamu, undangan, dan peserta yang hadir di acara tersebut. Acara tersebut dihadiri juga oleh sobatsiar kita yang berada di Korea, di antaranya adalah DJ Vira (sebagai Ketua Panitia CISAK 2010), DJ Icha, DJ Farra & DJ Byan(reporter), DJ Yodha, dan DJ Soni (cameraman).

Interview Ust. Habiburrahman El Shirazy

Hari Senin kemarin (22/02/2010), saya berkesempatan bertemu dengan seorang anak bangsa yang karya-karyanya telah banyak kita nikmati. Beliau adalah penulis novel best seller berjudul “Ayat-Ayat Cinta” dan “Ketika Cinta Bertasbih”, Ust. Habiburrahman El Shirazy. Saat itu Kang Abik (panggilan akrab Beliau, red.) sedang menghadiri undangan dari salah satu Forum Keluarga di bawah Keluarga Muslim Indonesia di Taiwan. Dan sehari sebelum Beliau kembali ke tanah air, mahasiswa yang ada di Taipei dan sekitarnya di bawah payung FORMMIT berinisiatif untuk mengajak diskusi bersama Beliau. Tidak lupa saya bawakan oleh-oleh untuk sobatppi semua (khususnya yang belum menikah), yaitu berupa wawancara singkat bersama Kang Abik.

Salam,
Jaya

Bismillahirrahmanir rahim.

Universitas adalah rumah dari progresivitas dan perubahan-perubahan positif. Semenjak kemunculan mahasiswa-mahasiswa pertama, dunia selalu diwarnai dengan kemajuan-kemajuan dan pencerahan.

Tengok saja sejarahnya, ketika universitas-universitas pertama didirikan di Mesir untuk tujuan teologis dan dakwah pada sekitar abad IV hijriah, sekitar abad X masehi, ilmu pengetahuan yang sempat hilang seolah kembali terlahir dan menyebar hingga dapat memakmurkan bumi Andalusia di selatan Eropa. Melihat kepentingan dan kontribusinya dalam membawa perubahan, sistem belajar bersama (latin: universitates) ini pun kemudian diadaptasi universitas bologna di semenanjung Italia, yang pada masanya, pada tahun 1088 Masehi, berada di bawah otoritas Kekaisaran Suci Roma.

Di universitas bologna, masyarakat diajarkan mengenai cara membaca bible dan kitab-kitab hukum kekaisaran Roma kuno. Pentingnya cetakan bible dalam jumlah besar membawa perubahan pada dunia percetakan sehingga menginspirasi penemuan mesin cetak yang pertama oleh Johanes Gutenberg pada abad XV Masehi. Penemuan mesin cetak ini yang kemudian membuka arus informasi di tengah-tengah masyarakat. Beredar cepatnya informasi menjadi katalis bagi pergerakan cepat kesadaran dan kemajuan ditengah-tengah masyarakat sehingga menjadi ciri dari rennaissance (abad pencerahan).

Universitas dan Indonesia

Sejarah pergerakan dan perubahan-perubahan positif di Indonesia pun tidak akan lengkap tanpa adanya peranan mahasiswa yang menuntut ilmu di universitas. Sumpah Pemuda II pada tahun 1928 yang dikenal melahirkan identitas bangsa indonesia, tidak akan pernah muncul tanpa adanya Perhimpunan Hindia (berubah menjadi Perhimpunan Indonesia pada tahun 1922), sebuah perhimpunan mahasiswa yang dimotori oleh mahasiswa-mahasiswa Indonesia seperti Tjipto Mangunkusumo, Ki Hajar Dewantara, serta Muhammad Hatta dan rekan-rekannya yang menuntut ilmu di Den Haag, Belanda. Pada tahun 1927, perhimpunan ini bekerjasama dengan orang-orang yang sepaham di Indonesia. Tergabung bersama PPPI (Perhimpunan Pelajar-pelajar Indonesia), mereka merancang Sumpah Pemuda I yang kemudian disusul dengan suksesnya sumpah pemuda II sehingga lahirlah identitas bangsa Indonesia seperti yang kita kenal pada hari ini.

Selain itu, banyak pula perubahan-perubahan lain yang menorehkan nama mahasiswa Indonesia hingga saat ini. Contohnya adalah gerakan KAMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia) pasca pemberontakan PKI tahun 1965, atau mungkin yang masih lekat dalam ingatan kita yaitu Reformasi 1998 10 Tahun yang lalu.

Mahasiswa Indonesia Hari Ini

Pada tanggal 6 dan 7 Februari 2010 lalu, Institut Teknologi Bandung menjadi tuan rumah dari Konferensi Mahasiswa Indonesia 2010, yang dilaporkan telah mencanangkan strategi baru dalam pergerakan mahasiswa Indonesia. Demo-demo di jalanan akan mulai diimbangi dengan pengabdian nyata ditengah-tengah masyarakat. Mahasiswa Indonesia mulai bersinergi untuk menciptakan perubahan yang semakin nyata dan semakin positif, guna sekali lagi memenuhi perannya sebagai agen-agen pembawa kemajuan dan pencerahan.

Setelah sebelumnya, pada tanggal 5 s.d 9 Juli 2009, telah diselenggarakan sebuah pertemuan yang memiliki tujuan kurang lebih sama; demi menemukan kembali peran mahasiswa Indonesia diatas bumi persada. Sekali lagi di Den Haag, Belanda, mahasiswa Indonesia yang menuntut ilmu di berbagai penjuru dunia bertemu dalam Simposium Internasional (SI), yang melahirkan Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional (I4). Ikatan ini diharapkan dapat dijadikan titik tolak dari pemberdayaan ilmu pengetahuan oleh insan-insan nusantara.

Selain itu, simposium ini juga telah melahirkan sebuah media komunikasi baru antar mahasiswa Indonesia di berbagai penjuru dunia, yang juga dapat diakses oleh siapapun yang tertarik pada karya dan kreatifitas Persatuan Pelajar Indonesia Dunia (PPI Dunia), dalam bentuk sebuah radio streaming online melalui Internet yang dapat diakses di http://radioppidunia.com. Radio ini menampilkan program-program yang dibawakan dalam format yang informatif, edukatif, positif, dan tentunya tetap menghibur. Penyiar-penyiar dari radio ini adalah mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh pendidikan dengan strata yang cukup bervariasi, dari mahasiswa s1 s.d s3, semuanya ada di Radio PPI Dunia.

Selain itu, mahasiswa-mahasiswa yang tampil tidak hanya mahasiswa dari major broadcasting dan media. Radio PPI Dunia adalah radio yang disiarkan oleh mahasiswa-mahasiswa Indonesia dari berbagai bidang kajian seperti ilmu alam, teknologi, ilmu sosial, dan bahkan ilmu-ilmu agama dan ilmu-ilmu bahasa. Konten pendidikan yang dibawakan dengan gaya yang ciamiks ini yang kemudian menjadi ciri khas tersendiri dari Radio PPI Dunia, sehingga selalu mengundang siapapun yang tengah beristirahat dari aktifitas-aktifitas nya, untuk membuka situs radio yang juga dilengkapi dengan fasilitas chat-box yang menjanjikan kepada pendengar, untuk dapat bersilaturahmi dengan pendengar-pendengar dari belahan dunia lain.

“Yang unik dari radio ini adalah baik sebagian besar penyiar-penyiar maupun pendengarnya, tidak pernah sama sekali bertemu satu sama lain di dunia nyata, akan tetapi setiap hari selalu bercengkrama dengan akrab bak keluarga sendiri di Radio PPI Dunia.” Tutur Bezie Galih Manggala (19), salah satu penyiar baru di Radio PPI Dunia yang merupakan mahasiswa Indonesia bidang study hukum di Université de Lille 2, Prancis.

Kopi Darat Radio PPI Dunia

Untuk memperkuat ikatan silaturahmi tersebut, dan dalam rangka memenuhi peran mahasiswa dalam bentuk pengabdiannya ditengah-tengah masyarakat, pada tanggal 14 Februari 2010 ini, Radio PPI Dunia, mengadakan acara Kopi Darat Radio PPI Dunia 2010: Februari Peduli, di areal jogging track Gelora Bung Karno, pintu XII, Senayan, Jakarta Selatan.

Pada acara Kopi Darat ini, para penyiar bertemu dengan para pendengar dalam acara-acara menarik seperti live performance DJ Radio PPI Dunia, Suara Sobat PPI Dunia, request on the spot, Door Prize Merchandise Radio PPI Dunia, dan yang paling penting, pemberian sumbangan kepada LSM pendukung pendidikan.

Koordinator acara sekaligus Direktur Radio PPI Dunia, Andy Tirta, seorang mahasiswa Indonesia di Korea mengatakan, “Melalui acara kopi darat ini diharapkan dapat mempererat hubungan antara para pendengar dan para penyiar, memperkuat jaringan para pelajar Indonesia di seluruh dunia serta sebagai wujud konkret pelajar Indonesia terhadap dunia pendidikan Indonesia melalui pengumpulan dana bantuan pendidikan.”

Kehadiran para pendengar radio dari berbagai daerah juga menjadi penyemarak utama acara kopi darat tersebut. Sebagai contoh, Rafiul Kafi Ananda yang merupakan salah satu pendengar setia Radio PPI Dunia dan juga pelajar di Lodge School Kuching Sarawak, Malaysia, bahkan sengaja ‘mudik’ agar dapat menghadiri acara tersebut. Lain hal nya dengan Cahya Diana, pendengar dari Lombok, Nusa Tenggara Barat ini juga menyempatkan hadir untuk bertemu dengan para penyiar dan juga sobat pendengar yang dikenalnya melalui fasilitas chatbox Radio PPI Dunia.

Bagi pendengar yang tidak dapat hadir pada acara kopi darat Radio PPI Dunia ini, tetap dapat berkomunikasi dengan penyiar dari 17 negara serta berkirim salam dan lagu melalui pesan singkat Yahoo Messenger di: radioppidunia@yahoo.com.

Semakin menarik saja warna yang ditawarkan mahasiswa pada abad kontemporer ini, berkarya sambil tetap menghibur dan bersantai di Radio PPI Dunia? boleh juga. (Bezie&Andy)

Saya kemarin kebetulan terlibat dalam acara ini..
Dan saya jadi pengen bagi-bagi cerita buat sobat-sobat sekalian.

Setelah waktu tidur saya dizolimi oleh sms yg dtg di pagi2 buta berisikan, “ayo barudak PPIM bangun!”, dan tlapak kaki bengkak krn bolak balik sok sibuk smbil pake hak tinggi seharian, semua keletihan itu terbayar dengan bertemunya saya dengan orang-orang hebat dari Indonesia yg mempunyai cinta yg kuat untuk bangsanya, dan membawa kecintaan itu kepada projek2 masa depan dalam rangka membangun kita, para penerus bangsa.

Kuala Lumpur kemarin kedatangan pemimpin-pemimpin hebat. Bapak Da’i, Tun Mahathir, Bapak Nasir Tamara (ketua umum I4 yg skrg menjabat sebagai salah satu dosen di UNS-Sg), dan tamu yg ditunggu-tunggu, Bpk Ken K.Soetanto.

Awalnya, saya yg kadang2 skeptis akan hal2 berbau seminar, menanggapi acara ini dgn biasa2 saja. Tapi begitu ngobrol langsung sama Beliau-Beliau saya jadi ngerti bahwa dibalik smua ini ada cita-cita yang hebat dan siap ditebarkan ke anak2 muda. Cita-cita ini tentu saja ditebarkan sebagai inspirasi bagi kita agar kita skrg ini jangan lagi banyak berandai-andai, bercita-cita, berkhayal-khayal, tp sudah saatnya kita melakukan sesuatu. Sesuatu yg baik bagi diri kita, yg kedepannya membawa kita kepada satu pembaharuan yg baik bagi diri sendiri, bagi lingkungan sekitar, dan ujung2nya bisa membangun negara. Gak harus jadi profesor di lab, ga harus jadi dosen S3, tp kalau kita mau lihat lebih dekat, akan ada banyak sekali jalan kita untuk bisa ikut serta membuat segalanya lebih baik, even dr hal-hal yg simpel, menyenangkan, tp bermanfaat bg org banyak.

Tungguin hasil obrolan2 singkat bersama mereka (bonus obrolan singkat dengan mahasiswa yg berkecimpung langsung di I4 -ganteng2 loh tapi ya… ga kliatan mukanya sih.tp hawanya berasa kok ehehhe), berdoa aja mudah2an MP3 haqqi mengeluarkan hasil rekaman yg layak dengar ( blm smpt ngecek krn kerjaan kantor numpuk, Insya Allah nanti malem dicek). Thanks Qi atas pinjaman si Mp3! juga Amoi yg membackup pesan dari Pak Ken untuk sobat PPI ketika saya dengan bodohnya memencet tombol play terlalu lama sehingga membuat MP3nya haqqi ngadat -____-”

Anyhow, mudah2an radio ini bisa jadi salah satu jalan kita membawa nama Indonesia dan berjuang untuk memberikan manfaat kepada anak2 muda Indonesia dimana saja. Be Positive Fellas! (asal ga positive HIV, hamdan ATT, hamidun basir/hamil besar)

Warmest Regards,
Yayi

DJ Dony Has A Talent

Maybe some of you never heard him on-air in the last few weeks… Wanna know what he did? Check this video.